Pengertian dan Cara Penggunaan SLAM RTK – V700S

Cara Penggunaan SLAM RTK – V700S

SLAM V700S adalah alat pemetaan 3D portabel berbasis teknologi SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) yang menggunakan sensor LiDAR, IMU

 

Penjelasan Terminologi Teknis

  1. SLAM

SLAM (Simultaneous Localization and Mapping) adalah teknik yang memanfaatkan sensor Lidar, LiDAR, dan sistem navigasi inersia presisi tinggi untuk menentukan posisinya sendiri (lokalisasi) secara real-time sekaligus membangun peta lingkungan (pemetaan).

  1. POINT CLOUD

Dari Hasil pemindaian yang telah dilakukan, data berupa kumpulan jutaan hingga miliaran titik 3D. Pemindaian dilakukan dengan menggunakan sensor LiDAR pada perangkat SLAM V700S. Setiap titik mewakili posisi permukaan objek yang nyata di ruang tiga dimensi (X, Y, Z).

  1. Point Cloud Real Time

Point Cloud waktu nyata atau real-time point cloud pada SLAM V700S mengacu pada kemampuan alat untuk menampilkan hasil pemindaian 3D secara langsung saat proses pemetaan berlangsung — tanpa perlu menunggu proses pasca-pemindaian (post-processing).

  1. Penutupan Loop

Sistem SLAM mendeteksi Loop (yakni, kembali ke lokasi yang dilalui sebelumnya) dan melakukan koreksi penutupan putaran untuk memperbaiki kesalahan pose yang terakumulasi, sehingga meningkatkan konsistensi dan keakuratan peta.

  1. Koordinat Absolut

Koordinat absolut merujuk pada sistem koordinat yang menggambarkan posisi menggunakan titik referensi tetap. Dalam sistem ini, posisi apa pun dapat ditentukan secara unik oleh serangkaian nilai numerik tetap, yang diukur relatif terhadap titik referensi tetap (biasanya titik asal sistem koordinat). (hi-target V700S)

  1. Koordinat Relatif

Koordinat relatif adalah sistem koordinat yang ditetapkan relatif terhadap titik referensi (posisi awal) atau kerangka referensi tertentu. Koordinat ini sering digunakan untuk menggambarkan posisi dan orientasi relatif suatu objek dalam ruang. Titik referensi untuk koordinat relatif bersifat variabel dan dapat berupa posisi saat ini atau posisi yang ditentukan.

 

Mode SLAM-RTK

1. Instalasi Peralatan

  • Pasang baterai V700S dan kunci dengan klip;
  • Hubungkan batang tengah dan Braket Tablet pemasangan.

2. Inisialisasi RTK, Dapatkan solusi ‘Fix’

  • Menggunakan WiFi untuk menghubungkan V700S, buat proyek baru,dan mengatur sistem koordinat,
  • Mengatur Mode Rover dan mendapatkan solusi ‘Fix’,
  • Pastikan Kondisi Perangkat,
  • Cek Lingkungan Sekitar,
  • Hubungkan Koreksi RTK,
  • Tunggu Status Solusi,
  • cek Indikator FIX.

3. Inisialisasi SLAM-RTK

  • Inisialisasi SLAM: Biarkan perangkat diam selama 3-5 detik, hindari gerakan signifikan, hingga inisialisasi selesai.
  • Optimalisasi Akurasi: Setelah mendapatkan solusi RTK tetap, ikuti lintasan berbentuk “L” atau “Z”, bergerak maju sejauh 5-8 meter sebelum berputar 90 derajat dan terus maju sejauh 5-8 meter lagi. (Untuk memastikan akurasi, waktu inisialisasi dan jarak tempuh harus sepanjang mungkin).
  • Nyalakan Semua Perangkat
  • Dapatkan FIX GNSS RTK
  • Lakukan Kalibrasi Awal (Jika Diminta)
  • Tentukan Titik Referensi Awal
  • Mulai Pemindaian
  • Simpan dan Olah Data

4. Pengukuran di GNSS-Ditolak atau Lemah

Area Sinyal

  • Setelah inisialisasi, pengukuran dapat dilanjutkan di GNSS- daerah sinyal ditolak atau lemah, dengan akuisisi data proses yang konsisten dengan metode pengukuran konvensional
  • Dalam mode SLAM-RTK, status solusi perangkat lunak akan menampilkan solusi ‘SLAM Fix’ setelah keterbatasan sinyal GNSS.

5. Ekspor Data

  • Pilih Data Export, atur ‘Jenis Titik’ ke ‘Titik Koordinat’, pilih format yang diinginkan berdasarkan kebutuhan Anda, lalu klik ‘Ekspor’.
  • Masukkan nama file untuk data yang diekspor, dan klik ‘Ekspor’ untuk berhasil mengekspor datanya
  • Hubungkan perangkat genggam ke komputer menggunakan kabel data. Cari file yang diekspor ke penyimpanan bersama tablet di bawah folder /ZHD/Out dan salin ke perangkat tablet.

6. Verifikasi Akurasi

  • Tujuan Verifikasi
    • Memastikan alat bekerja normal
    • Memverifikasi apakah RTK “Fix” benar-benar presisi
    • Untuk laporan kalibrasi internal, proyek, atau audit mutu

Pengukuran Ulang Titik yang Sama (Repeatability)

  • Langkah:
    • Ukur titik yang sama beberapa kali dari arah dan waktu berbeda
    • Bandingkan selisih hasil pengukuran antar percobaan

Hasil dianggap stabil jika deviasi horizontal dan vertikal < 2 cm

Pengukuran Baseline dengan Dua Receiver

  • Langkah:
    • Tempatkan dua receiver (base & rover) di dua titik tetap dengan jarak 100–500 m
    • Lakukan pengukuran RTK Fix di masing-masing titik
    • Bandingkan hasil jarak GPS dengan jarak pengukuran total station atau koordinat known

 

Sumber: https://en.hi-target.com.cn/

Scroll to Top